Kamis, 24 Januari 2013

Tugas Sistem Operasi


Layanan Sistem Operasi
Sistem operasi  adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut: pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika muncul permasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.


Jenis – jenis Sistem Operasi berdasarkan komponennya
A.     Sistem monolitik (monolithic system)
Sistem operasi  sebagai  kumpulan prosedur dimana prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain di sistem bila diperlukan. Karnel berisi semua layanan yang disediakan sistem operasi untuk pemakai. Sistem operasi ditulis sebagai sekumpulan prosedur (a collection of procedures), yang dapat dipanggil setiap saat oleh pemakai saat dibutuhkan.

B.      Sistem berlapis (layered system)
Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasar lapisan-lapisan, dimana lapisan-lapisan bawa memberi layanan lapisan lebih atas.Struktur berlapisdimaksudkan untuk mengurangi kompleksitas rancangan dan implementasi sistem operasi. Tiap lapisan mempunyai fungsional dan antarmuka masukan-keluaran antara dua lapisan bersebelahan yang terdefinisi bagus. Lapis-lapis dalam sistem operasi ada 6 lapis, yaitu :

·      Lapis 5 - The operator  = pemakai operator.
·      Lapis 4 - User programs = aplikasi program pemakai.
·      Lapis 3 - I/O management = menyederhanakan akses I/O pada level atas.
·      Lapis 2 -Operator-operatot communication = mengatur komunikasi antar
proses
·      Lapis 1 -Memory and drum management = mengatur alokasi ruang memori
               atau drum magnetic.
·      Lapis 0 -Processor allocation and multiprogramming = mengatur alokasi
               pemroses dan switching,multiprogramming dan pengaturan prosessor.


C.         System client – server
Sistem operasi merupakan kumpulan proses dengan proses-proses dikategorikan sebagai server dan client, yaitu :
·            Server, adalah proses yang menyediakan layanan.
·            Client, adalah proses yang memerlukan/meminta layanan  Proses client yang memerlukan layanan mengirim pesan ke server dan menanti pesan jawaban.
·            Permintaan pelayanan, seperti membaca sebuah blok file, sebuah user process (disebut client process) mengirimkan permintaan kepada sebuah server process, yang kemudian bekerja dan memberikan jawaban balik.


Evolusi Sistem Operasi
Sistem Operasi berevolusi dari tahun 1945an. Perkembangan sistem operasi :
Serial Processing
Pada generasi ini, programmer berinteraksi langsung dengan perangkat keras, tidak terdapat sistem operasi.Operasional mesin, dikontrol dengan console yang berupa display light, toggle switch, input devices.Input device dapat berupa card reader, sedangkan output devices dapat berupa printer.Tidak terdapat mekanisme penjadwalan / scheduling dinamis, karena programmer menentukan alokasi waktu setiap job yang akan dikerjakan.

Simple Batch System
Sistem Operasi Batch Sederhana menghasilkan mekanisme pengurutan dan pengelompokan instruksi secara otomatis. Masalah timbul jika mekanisme eksekusi instruksi berhubungan dengan I/O. Masalahnya I/O relatif lambat jika dibandingkan dengan processor, sehingga terdapat banyak sekali kondisi idle.
Kelemahan pada Sistem Batch Sederhana, yaitu penggunaan utilitas processor yang seringkali dalam keadaan idle, pada saat menunggu mekanisme dari I/O. Idle : pada saat processor menunggu mekanisme dari I/O, processor dapat melakukan eksekusi instruksi yang lain.

Multiprogramming Batch System
Multi-programming adalah salah satu teknik penjadwalan dimana tugas (task) yang sedang berjalan tetap berjalan sampai ia melakukan operasi yang membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar (external event), misalnya membaca data dari disket/CD/dsb, atau sampai komputer memaksa untuk menukar tugas yang sedang berjalan dengan tugas lainnya. Sistem operasi yang yang menggunakan multi-program sebagai scheduler-nya bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan CPU.
Usaha pertama untuk membuat sistem operasi berbasis multi-program dilakukan pada tahun 1960an. Beberapa program yang berlainan di dalam batch di-load ke memori komputer, dan program yang pertama akan dijalankan. Saat program tersebut mencapai instruksi untuk menunggu akses ke peripheral, konteks dari program ini disimpan, dan program berikutnya di memori mulai dijalankan. Proses ini berulang terus sampai semua program selesai dijalankan.

Time-Sharing System
Time-Sharing System adalah metode yang dipakai dalam sistem operasi yang memungkinkan sejumlah pemakai dapat berinteraksi dengan proses yang dibuatnya secara bergantian dengan jumlah waktu yang sama. Time sharing merupakan pengembangan lebih lanjut dari multiprogramming.
Time-Sharing memungkinkan beberapa pemakai komputer menggunakan CPU secara bersamaan dan CPU akan memberikan waktunya bergantian kepada setiap pemakai untuk memproses programnya dalam waktu yang sangat cepat.


Komponen utama dalam System Operasi
menurut A.S. Tanenbaum, sistem operasi mempunyai empat komponen utama, yaitu:
1) Managemen proses,
Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa
sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time,
memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat Masukan/Keluaran. Sistem operasi
mengalokasikan sumber daya-sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang
diproses/dijalankan. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan
mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali. Sistem operasi
bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti:
         Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses.
        Menunda atau melanjutkan proses.
         Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
        Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
        Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.

2) Masukan/Keluaran
Sering disebut device manager. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi
Masukan/Keluaran dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh:
pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras, CDROM
dan floppy disk. Komponen Sistem Operasi untuk sistem Masukan/Keluaran:
        Penyangga: menampung sementara data dari/ke perangkat Masukan/Keluaran.
        Spooling: melakukan penjadualan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
        Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras masukan/Keluaran tertentu.

3) Managemen Memori
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word
atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan
instruksi/data yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat Masukan/Keluaran.
Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile -- tidak
permanen -- yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan. Sistem operasi bertanggungjawab
atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
         Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
        Memilih program yang akan di-load ke memori.

4) Sistem Berkas.
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan, sesuai dengan tujuan pembuat berkas
tersebut. Umumnya berkas merepresentasikan program dan data. Berkas dapat mempunyai
struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi mengimplementasikan
konsep abstrak dari berkas dengan mengatur media penyimpanan massa, misalnya tapes dan
disk. Sistem operasi bertanggung-jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan
managemen berkas:
        Pembuatan dan penghapusan berkas.
        Pembuatan dan penghapusan direktori.
        Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
        Memetakan berkas ke secondary-storage.
        Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).







Jumat, 30 November 2012

Kubus 3 Dimensi di DevC++

Membuat Kubus 3D dan menempelkan objek foto pada bidang kubus tersebut.

Pertama, kita harus menggunakan imageLoader.cpp dan imageLoad.h.
Kemudian dalam file main.cpp kita akan membuat coding bagaimana kita membuat kubus dan  menempelkan objek foto pada setiap sisinya tersebut.
Coding nya seperti ini :
#include <iostream>
#include <stdlib.h>
#ifdef __APPLE__
#include <OpenGL/OpenGL.h>
#include <GLUT/glut.h>
#else
#include <GL/glut.h>
#endif
#include “imageloader.h”
using namespace std;
const float BOX_SIZE = 7.0f;
float _angle = 0; //Rotasi terhadap box
GLuint _textureId;
void handleKeypress(unsigned char key, int x, int y) {
switch (key) {
case 27:
exit(0);
}
}
//Membuat gambar menjadi tekstur
GLuint loadTexture(Image* image) {
GLuint textureId;
glGenTextures(1, &textureId);
glBindTexture(GL_TEXTURE_2D, textureId);
glTexImage2D(GL_TEXTURE_2D, 0, GL_RGB, image->width, image->height, 0, GL_RGB, GL_UNSIGNED_BYTE, image->pixels);
return textureId;
}
void initRendering() {
glEnable(GL_DEPTH_TEST);
glEnable(GL_LIGHTING);
glEnable(GL_LIGHT0);
glEnable(GL_NORMALIZE);
glEnable(GL_COLOR_MATERIAL);
Image* image = loadBMP(“antonl.bmp”);
_textureId = loadTexture(image);
delete image;
}
void handleResize(int w, int h) {
glViewport(0, 0, w, h);
glMatrixMode(GL_PROJECTION);
glLoadIdentity();
gluPerspective(45.0, (float)w / (float)h, 1.0, 200.0);
}
void drawScene() {
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT);
glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
glLoadIdentity();
glTranslatef(0.0f, 0.0f, -20.0f);
GLfloat ambientLight[] = {0.3f, 0.3f, 0.3f, 1.0f};
glLightModelfv(GL_LIGHT_MODEL_AMBIENT, ambientLight);
GLfloat lightColor[] = {0.7f, 0.7f, 0.7f, 1.0f};
GLfloat lightPos[] = {-2 * BOX_SIZE, BOX_SIZE, 4 * BOX_SIZE, 1.0f};
glLightfv(GL_LIGHT0, GL_DIFFUSE, lightColor);
glLightfv(GL_LIGHT0, GL_POSITION, lightPos);
glRotatef(-_angle, 1.0f, 1.0f, 0.0f);
glEnable(GL_TEXTURE_2D);
glBindTexture(GL_TEXTURE_2D, _textureId);
glTexParameteri(GL_TEXTURE_2D, GL_TEXTURE_MIN_FILTER, GL_LINEAR);
glTexParameteri(GL_TEXTURE_2D, GL_TEXTURE_MAG_FILTER, GL_LINEAR);
glColor3f(1.0f, 1.0f, 1.0f);
glBegin(GL_QUADS);
//glBegin(GL_QUADS);
//Sisi atas
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glNormal3f(0.0, 1.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
//Sisi bawah
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glNormal3f(0.0, -1.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
//Sisi kiri
glNormal3f(-1.0, 0.0f, 0.0f);
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
//Sisi kanan
glNormal3f(1.0, 0.0f, 0.0f);
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
//glEnd();
//Sisi depan
glNormal3f(0.0, 0.0f, 1.0f);
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2);
//Sisi belakang
glNormal3f(0.0, 0.0f, -1.0f);
glTexCoord2f(0.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 0.0f);
glVertex3f(-BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(1.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glTexCoord2f(0.0f, 1.0f);
glVertex3f(BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2, -BOX_SIZE / 2);
glEnd();
glDisable(GL_TEXTURE_2D);
glutSwapBuffers();
}
//Panggil setiap 25ms
void update(int value) {
_angle += 1.0f;
if (_angle > 360) {
_angle -= 360;
}
glutPostRedisplay();
glutTimerFunc(25, update, 0);
}
int main(int argc, char** argv) {
glutInit(&argc, argv);
glutInitDisplayMode(GLUT_DOUBLE | GLUT_RGB | GLUT_DEPTH);
glutInitWindowSize(400, 400);
glutCreateWindow(“antonl-ganteng”);
initRendering();
glutDisplayFunc(drawScene);
glutKeyboardFunc(handleKeypress);
glutReshapeFunc(handleResize);
glutTimerFunc(25, update, 0);
glutMainLoop();
return 0;
}
untuk lebih jelasnya, silahkan download projectnya disini gan!

Segitiga Bertingkat Di DevC++

Ini cara membuat segitiga bertingkat di DevC++.
Ouptupnya seperti ini :
saya menggunakan secara manual menggunakan coding ini,,
glBegin(GL_POLYGON);
glColor3f(1.f, 0.0f, 1.0f); 
        glVertex2i(320, 410);
        glVertex2i(290, 350);
        glVertex2i(350, 350);
    glEnd();   
tetapi posisinya di rubah,, setiap posisi segitiga berbeda-beda,, di ganti nilai x dan y nya..
untuk coding lengkapnya dapat di download disini gan!

Selasa, 16 Oktober 2012

Menghitung titik potong garis pada OpenGL


Untuk menentukan titik potong dua buah gagis pada C++ seperti yang terlihat pada gambar di atas.
kita mengguakan rumus matematika. yang di mana rumus tersebutlah yang nantinya akan di masukkan ke dalam program yang kita buat. Berikut ini adalah source code untuk menentukan titik potong garis, yang di mana source code ini dapat di masukkan kedalam fungsi display.

float    xa = 50,ya = 70,
         xb = 200,yb = 250,
         xc = 250,yc = 50,
         xd = 50,yd = 350,
         x,y,m1,m2,c1,c2;
         
glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glColor3f(0.0f, 0.0f, 1.0f);
glBegin(GL_LINES);
glVertex2f(xa, ya); 
glVertex2f(xb, yb);
glEnd();
glColor3f(0.0f, 1.0f, 0.0f);
glBegin(GL_LINES);
glVertex2f(xc, yc);
glVertex2f(xd, yd);
glEnd();

m1 = (yb-ya)/(xb-xa);
m2 = (yd-yc)/(xd-xc);
c1 = ya - (m1*xa);
c2 = yc - (m2*xc);
x=(c2-c1)/(m1-m2);
y=(m1*x)+c1;

glColor3f(1.0f, 0.0f, 0.0f);
glBegin(GL_POINTS);
glVertex2f(x,y);
glEnd();



Kamis, 04 Oktober 2012

Membuat Hexagon pada OpenGL

Berikut adalah gambar dari Hexagon obat nyamuk dengan menggunakan Dev C++ pada OpenGL.






Di sini saya menggunakan rumus secara manual. Adapun rumus yang di gunakan untuk membuat hexagon di atas yaitu:
glBegin(GL_LINE_STRIP);
    glColor3f(0.0f, 0.0f, 1.0f);
    glVertex2f(10.0, 0.0);
    glVertex2f(10 * cos(2*3.14159265 * 1/6), 10 * sin(2*3.14159265*1/6));
    glVertex2f(10 * cos(2*3.14159265 * 2/6), 10 * sin(2*3.14159265*2/6));
    glVertex2f(10 * cos(2*3.14159265 * 3/6), 10 * sin(2*3.14159265*3/6));
    glVertex2f(10 * cos(2*3.14159265 * 4/6), 10 * sin(2*3.14159265*4/6));
    glVertex2f(10 * cos(2*3.14159265 * 5/6), 10 * sin(2*3.14159265*5/6));
    glVertex2f(11 * cos(2*3.14159265 * 6/6), 11 * sin(2*3.14159265*6/6));
    glEnd();

 Yang dimana 10 merupakan jari-jarinya dan 6 merupakan jumlah sudutnya.
dan untuk membuat hexagon seperti gambar di atas, rumus ini terus di ulang dengan merubah nilai jari-jari dan warna dari tiap=tiap hexagon.




Sabtu, 29 September 2012

Membuat Rumah 2 Dimensi Menggunakan OpenGL

Berikut ini adalah printscreen hasil dari program membuat rumah 2 dimensi menggunakan OpenGL


Source Code-nya dapat di download Di sini

Kamis, 26 Juli 2012

Cerita Lucu Manado:

Tanta Ola Beli Kacamata
Tanta Ola so rasa stress, lantaran, dia kalu lia orang so sadiki babayang.
Lantaran dia pikir depe mata so rusak, dia pigi di toko kaca mata.
Pelayan : "Siang tante, ada yang boleh kita bantu?"
Tanta Ola : "Kita pe mata so rusak ini noh...cari akang kacamata yang pas dang?"
Pelayan : "Tante so pernah pake kacamata?"
Tanta Ola : "Ohh..blum...."
Pelayan : "Kalu bagitu torang priksa dulu tante pe mata. Mari tante, torang ke tampa priksa."
Pelayan : "Tante, ini huruf apa ?" (sambil tunjung tu huruf yang sadiki basar )
Tanta Ola : "Nyanda jelas noh..."
Pelayan : "Kalu huruf ini dang?" (Sambil tunjung tu huruf yang lebeh basar)
Tanta Ola : "Masih nyanda jelas noh..."
Pelayan : "Ini komaling tanta huruf yang paling besar yang ada disini. Sekarang tanta bilang, ini huruf apa?" (sambil tunjung huruf yang depe basar
rupa piring )
Tanta Ola : "Sama noh...masih nyanda jelas"
Pelayan : (sambil garo-garo kapala lantaran bingo) "Kiapa dari tadi nyanda jelas dang tanta?"
Tanta Ola : "Kita kwa nintau babaca, ngana kase tunjung huruf. Mana kita mo tau?"


Brapa Liter
Suatu waktu, Kale pigi pa Oom Petu pe warong. Pas sampe dimuka warong.
Kale : "Oom Petu, bli roko dang...?"
Oom Petu : (acuh sambil ba ator jualan)
Kale : (deng suara yang sadiki keras) "Oom Petu...bli roko dang ?"
Oom Petu : (masih tetap acuh)
Kale : (bataria keras skali) "Oom petu....! Bli roko dang...!"
Oom Petu : (deng nada marah) "Eh..Kale, baku hormat sadiki deng orang tua, ngana pe kira kita pongo ? Brapa liter minya so ngana mo bli ?"
Kale : ???


Ada Dua Proyek mo Pica
Istri seorang Sopir mikro kase tau pa depe laki :

Istri : "Napa torang pe tetangga so lebe hebat. Dorang so beli TV, kulkas deng sagala macam! Kong torang dang belum dapa apa-apa?"

Kong depe laki bilang : "Tunggu jo ada dua kita pe proyek somo pica…"

Istri : "Proyek apa dang itu? "

Depe laki jawab : "Kalu bukang ngana pe mata yang pica, ngana pe bibir yang pica..!!!"


Bae-bae Jang Kana
Ada ini opa deng depe cucu,depe nama Ungke.Ungke ini paling sanang skali barmain katapel.Pas bagitu,ini opa tu dia ada ba duduk-duduk di kursi di bawah pohon mangga sambil ba baca koran.

Kong dia da liat ungke da barmain deng depe katapel,ba tembak-tembak blek-blek(kaleng) yang so disusun.

Opa : "Ungke,bae-bae ne jang sampe kanal pa opa depe batu."
Ungke : "Nyanda katu' opa." (sambil dia main trus)

Kong depe beberapa menit berikut......

opa : "Ungke..."
ungke : "Kiapa so opa?"
opa : "Bae-bae jang sampe kanal tu katapel pa opa ne."
ungke : "Nyanda katu' opa.nya' mungkin kana pa opa." (sambil dia main trus)

Kong depe beberapa menit berikut lei......

opa : "Ungke..."
ungke : "Kiapa so opa ini dang?"
opa : "Bae-bae jang sampe kanal tu katapel pa opa ne.klo ngana tembak tu blek kong depe batu pantul pa opa ngana dapa memang..."
ungke :(dia langsung ba pikir,butul juga e yang opa bilang soalnya dari tadi dia main tu katapel nda ada yang pernah kanal di tu blek) "Kalo bagitu opa....kita tembak jo pa opa supaya depe batu ta pantul kong bisa kanal di kaleng..."
opa : ?$%#@&*


Kita Nda Lia No
Di suatu malam yang sunyi dan senyap ada tu tiga orang pokpok (setan yang biasanya makan bayi atau oroknya) da bacarita mo cari tau sapa da lebe jago.

Pokpok1 : "Eh,coba torang tiga baku uji sapa dang yang lebe jago."
Pokpok2 & Pokpok3 : "Boleh,ngana pe kira torang mo tako"

Kong sudah dorang tiga mulai baku suten(suit) sapa yang te dapa bagian pertama.Nah,ini pokpok1 dapa bagian pertama for kase tunjung tu jago.

Dia langsung tarbang secepat kilat,nda lama baru 2 menit dang dia so bale ulang sambil dari depe mulut da kaluar-kaluar darah segar,kong dia bilang pa depe tamang laeng,

Pokpok1 : "Ngoni da lia itu desa di sana?"
Pokpok2 & Pokpok 3 : "Iyo..."
Pokpok1 : "Samua rata,kita so kase abis!" (Sambil ta tawa puas)

Pokpok2 nda mo kalah,kong dia langsung tarbang lei secepat kilat,nda lama barang 3 menit dia so bale sambil dari depe mulut,deng depe tangan badarah-darah segar.Trus dia langsung pamer pa depe tamang-tamang.

Pokpok2 : "Ngoni da lia tu kota di seberang itu?"
Pokpok1 & Pokpok3 : "Iyo....."
Pokpok2 : "Samua rata,kita so makang dorang samua!" (Sambil ta tawa puas)

Pokpok3 lei nda mo kalah, kong dial langsung tarbang macam tu kilat.Mar nda lama 1 menit kemudian dia so bale tapi depe mata,idong,mulut,deng depe baju kaluar darah segar.

Dua Pokpok laeng pe dalam hati "pe mai dia lebe jago dari torang dua e".Kong ini pokpok3 tanya pa depe tamang-tamang

Pokpok3 : "Ngoni dua lia tu tiang listrik di perempatan sebelah?"
Pokpok1 & Pokpok2 : "Lia...."
Pokpok3 : "Pe mai kita nya liat"